Birth Day

Standard

Everyone always have their birth day. So do I. I have my birthday in this month, concurrently with my country’s independence day. This year my age reach a quarter of a century.

Let see flashback for 25 years back. What achievement and how many lesson of life I had?

Although I dont have a cum laude when I graduate, I finished my bachelor degree and professional degree on time. I get full scholarship for my professional degree so I ease my parent’s outcome for my study.

I can get a better job in every time, It means I worth to have a better life and I have to work hard to get it.

For my birthday in this month, I got a nasi kuning that was made by my mom and my sister. Its very delicious. Im very happy I can celebrate my birthday in this age with my parents and family:)

SURPRISE

Standard

Kejutaaan!!!

Benar-benar sebuah kejutan pagi hari ketika tante dan om saya dari Jakarta datang tiba-tiba. Tanpa kabar. Tanpa pemberitahuan.

Saat itu ibu, uti, kakak dan saya sedang di dapur. Saya sih habis mandi. Waktu itu ada tetangga juga sedang main ke rumah. Tiba-tiba, “Assalamualaikum!” Ehhhh.. ada sesosok perempuan yang mirip Tante saya. Dan ternyata memang benar tante saya.

Waaah, curang nih honeymoon berdua doang sama om. Memang om saya barusan pensiun jadi waktu luangnya banyak digunakan untuk mengunjungi sanak saudara famili sodari.

Alhamdulillah bisa berjumpa dalam keadaan sehat:) Semoga bulan Desember ketemu lagi ya Tante rame-rame bareng yang lain juga😀

NASI KUNING

Standard

Beberapa hari yang lalu saya dan ibu saya membuat nasi kuning. Biasanya kami membuat nasi kuning dengan dandang. Tapi kali ini kami mencoba membuatnya dengan menggunakan penanak nasi elektrik atau rice cooker.

Bumbu yang harus disiapkan adalah : kunir, santan, sereh, daun jeruk dan garam. Kami menggunakan bubuk kunir, bukan umbi kunir yang diparut. Bubuk kunir bisa didapatkan dengan mudah di pasar-pasar. Praktis bukan? Daripada tangan kita capek dan menjadi berwarna kuning karena memarut kunir.

Biasanya kami memasak nasi kuning dengan dandang. Ada 2 cara juga untuk memasak nasi kuning dengan dandang.

Pertama dikroncong, menggunakan panci yang bermulut lebar, air santan dididihkan bersama sereh, kunyit bubuk, daun jeruk dan beras yang sudah dicuci. Ketika air sudah mendidih dan berkurang beras pun diaduk (tapi jangan terlalu sering, karena nanti jadi bubur) dan ditambahkan sedikit garam. Dimasak hingga beras matang menjadi nasi.

Cara kedua digunakan jika volume beras yang dimasak banyak. Jika hanya sedikit bisa dengan cara dikroncong saja.

Cara kedua yaitu dengan dandang, caranya sama dikroncong dahulu sampai setengah matang. Kemudian setelah setengah matang, beras dipindah ke dandang untuk dikukus hingga matang.

Lebih praktis menggunakan rice cooker ya. Iya dong pastinya. Tapi kalian tetap harus bisa cara tradisional. Karena kalau listrik mati tentu tidak bisa memakai penanak nasi elektrik kan?:)

MENULIS

Standard

Awawawaw. Hampir saya lupa menulis.

Benar apa kata orang. Kalau mau membiasakan melakukan sesuatu harus konsisten selama berpuluh-puluh kali. Termasuk saya ngeblogging. Karena saya kemarin nggak sempat blogging dan memfollow tulisan saya di lang-8, hari ini saya hampir lupa untuk nulis.

Alhamdulillah tadi pagi setelah mandi langsung inget lagi. Hehe. Jadi langsung ngetik deh sekarang.

Kemarin bukan tanpa alasan saya nggak ngeblogging. Karena ada keperluan yang penting dan mendadak. Jadi saya berangkat pagi-pagi bareng anak sekolahan.

Sekian ya hari ini. Laptopnya udah kedip-kedip minta dimatiin. Hehe

MEMBUAT SKCK DALAM LIMA JAM

Standard

Assalamualaikum

Haiii. Hari ini hari Minggu tapi saya masih berkutat dengan laptop saya. Hehe. Sebentar ya mommy. Saya mau buka lapak dulu.

Saya sebenernya lagi kesel karena postingan saya di website lain hilang. Perasaan kemarin udah diketik dan udah kesimpen, tapi kok pas liat notifikasi, hiks nggak ada komen. Akhirnya saya ngetik lagi cepet-cepetan, sebisa mungkin sama dengan kemarin. Ehhh nggak taunya waktu selesai posting terlihat lah postingan saya kemarin di folder draft. Huft… yaudalah ya. udah terlanjur.

Oke ayo balik ke topik hari ini. Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Jumat, saya keburu-buru untuk bikin SKCK dan NPWP. Sebagai job seeker yang bersih dari kriminal dan penduduk taat pajak tentu saya perlu SKCK dan NPWP.

Mungkin beberapa orang meragukan kemungkinan saya mendapatkan SKCK dalam waktu sesingkat itu karena meragukan birokrasi dan keefektifan waktu di daerah pelayanan masyarakat. Buktinya? Yeaaaay. Alhamdulillah saya bisa mendapatkan SKCK dalam waktu 5 jam😀

Bangga? Iya dong bangga banget. Karena itu bukti birokrasi dan keefektifan waktu para pelayan masyarakat sudah bagus:)

Dimulai dari jam setengah 6 pagi saya udah nyamperin Pak RT yang kebetulan adalah sodara saya sendiri. Jadi gampang. Kemudian saya segera nyamperin Pak RW karena Pak RT bilang, Pak RW tuh berangkatnya pagi lho jadi cepetan kesana.

Ketika sampe rumah Pak RW jam belum menunjukkan jam 6 dan lampu di teras pun masih menyala, pintu pager pun masih digembok. Saya kan jadi sungkan. Nggak sopan kalo kata orang tua mah. Akhirnya saya menunggu pintu itu terbuka untuk saya #ceileh..

Alhamdulillah setelah saya keliling sebentar menghabiskan waktu dan kembali ke rumah Pak RW lagi, tidak beberapa lama kemudian Pak RW pun keluar sambil membuka pintu pagar.

Segera setelah dari Pak RW saya pulang, makan, mandi dan cuss langsung ke kantor Kelurahan. Mama saya sih punya trauma sama kantor Kelurahan. Bukan karena waktu kesini ketemu hantu ato satpam yang galak, karena Mama saya pun nggak takut hantu dan lebih galak dari satpam. Wkwkwk. Tapi karena birokrasi yang menyebalkan sekali. Mau dapetin tanda tangan Pak Lurah aja susah banget ciiin. Nunggu Pak Lurah lama banget. Katanya sedang kesana lah kesini lah kesitu lah.

Tapi karena banyak loket-loket yang disediakan, itu sangat membantu, asalkan berkas kalian yang diperlukan sudah lengkap ya. Itupun kemarin saya sebenarnya nggak bawa bukti bayar PBB tahun kemarin, tapi Alhamdulillah kemarin sangat dilancarkan sama Allah.

Tips saya sih kalo mengurus sesuatu kemanapun, berpakaianlah yang sopan dan rapi, udah mandi, sikat gigi dan pake minyak wangi, bawa berkas yang lengkap dan rapi, datanglah ke loket dengan senyuman, pasti kalian akan dilayani dengan baik. Percaya deh. Tentunya sambil berdoa supaya semuanya lancar ya.

Dari RT ke RW ke Kelurahan lalu ke Kecamatan dan terakhir tentu ke Polresta. Disitu juga lancar Alhamdulillah. Karena saya pernah bikin SKCK jadi proses bisa cepat dan tanpa cap sidik jari lagi.

Biaya? Ke RT, RW, Lurah, Camat GRATIS kok. Di polresta yang bayar untuk biaya bikin SKCK, tapi kalian akan diberi semacam karcis kuitansi. Karcis tersebut sebagai tanda bukti bahwa kalian sudah membayar biaya yang akan masuk kas negara sebagai PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sebanyak 10.000 rupiah. Murah kan?:)

Sekian cerita saya. Kapan-kapan disambung lagi yaa.

SYAHADAT

Standard

Assalamualaikum

Widiiiih omongannya berat banget. Hamba kaya gue ini rasanya hina banget ya ngomongin syahadat. Hiks…

Kemarin habis liat tayangan televisi tentang kisah-kisah muallaf. Haru banget liat suasananya. Pingin ikut terharu juga. Melihat perjuangan mereka untuk mendapatkan hidayah jadi minder lihat diri sendiri yang masih kaya gini.

Saya yang dengan mudahnya kenal dengan Islam melalui keluarga dan orang tua. Orang lain harus mendapatkannya dari jalan perjuangan yang berbeda dengan bertemu banyak orang.

Tapi kalo beribadah kayanya masih datar-datar aja. Nggak ada spesial-spesialnya. Jaman sekarang justru saya lebih banyak jauh berkurang dari yang dulu. Hiks.. Sedih ya.

Ingin berubah jadi lebih baik. Tapi kayanya niat saya harus ditetapkan, diteguhkan, dan dikuatkan. Karena sampe sekarang pun saya tetep gini-gini aja. Sudah merasa cukup. Merasa puas.

Duh Gusti Allah, mohon ampunan-Mu…

BROWNIES

Standard

Assalamualaikum

Karena bingung mau cerita apa jadi saya cerita yang saya tonton kemarin. Di televisi kemarin ada liputan tentang brownies pie. Uwaaaw. Sampe nahan ngiler saya liatnya. Secara pie itu enak. Brownies juga enak. Jadi dobel enaknya!

Saya pernah bikin pie. Enak sih kulitnya. Jadi kepingin bikin browniesnya. Tapi kayanya lama dan rempong ya kalo bikin kue tuh. Tapi teman saya yang hobi masak dan bikin kue bilang kalo bikin brownies itu gampang kok. Tinggal cemplung-cemplung di kocok pake mixer terus dimasukin cetakan, kemudian di oven. Ditinggal goreng tempe atau masak yang lain juga jadi.

Appaaaahh? Keren ya temen saya ini. Padahal dia juga kerja dari pagi sampe sore. Masih sempat di rumah nyenengin suami sama anaknya dengan bikin kue. Supermom wooow. Saya bisa kaya gitu ga ya. Hehe. Bisa sih asal bisa ngatur waktu dan ada kemauan.

Oiya ngomong-ngomong brownies pie, di liputan kemarin adanya di Makassar, Sulawasi Tenggara. Slurp! Jadi kepingin kesana. When I was in elementary school I have had to go there when I have a holiday. Jalan-jalan terus disana dengan mama saya.

Kapan-kapan coba bikin sendiri yuk! ^^ Minta resep teman ah…

TOKO ONLINE

Standard

Assalamualaikum.

Halo teman-teman. Ada yang pernah belanja online? Saya sih nggak pernah. Tapi kalo cari referensi sering banget liat benda-benda yang dijual online. Karena barangnya lucu-lucu dan kreatif.

Eh kalau dipikir-pikir saya pernah kok beli online, tapi bukan belanja membeli ya, saya kulakan barang dagangan online. Hehe. Kadang barang dagangan juga saya beli sendiri ke toko. Pokoknya kalau nemu barang lucu langsung saya jualin deh. Hehe.

Saya sudah menjadi pelapak online sekitar 3-4 bulan. Alhamdulillah untungnya gak seberapa. Wkwkwkwk. Karena masalah modal sih. Kalau modalnya banyak ya insyaAllah untungnya banyak. Tapi nggak papa lah. Sambil nambah customer, nambah barang dagangan, insyaAllah nambah omzet juga. Lumayan untuk menyambung hidup. #Ceileh dramatis banget.

Beneran buat nyambung hidup. Kan saya belum kerja sekarang. Hehe. Saya punya lapak di instagram, Buka Lapak, dan barusan buka di Tokopedia. Menghidupi ketiga toko itu aja rasanya menyita waktu. Apalagi nanti ngurus suami dan anak-anak ya #upss.

Saya memang masih jadi reseller. Tapi nanti bercita-cita melahirkan produk sendiri. Buka toko sendiri dan punya pegawai sendiri. Iya dong kreatif. Membuka lapangan pekerjaan. Saya hanya berusaha mencari rezeki dari jalan yang halal dan yang saya sukai. Doakan saya ya!:)

SPARE TIME

Standard

Assalamualaikum

Hai teman-teman! Hampirrrr saya lupa sama komitmen saya untuk ngeblogging setiap hari minimal 5-10 menit. Berarti kalo komitmen ngeblogging aja bisa istiqomah, komitmen mengaji dan tahajud harusnya bisa ya. Hehe #selfplak.

Wadooh. Ini bloggingnya terdistraksi sama lapak sebelah kiri dan kanan. Maklum karena belum ada pekerjaan tetap jadi mencari pekerjaan sendiri. Alias jualan online. Bikin handy craft juga. Belum belajar buat masuk kerja nanti. Owowowow. Ternyata kalo dikumpulin dan diada-adain banyak ya kerjaannya. Hahaha.

Iyapp. Saya mengisi waktu pengangguran saya dengan browsing barang-barang lucu dan kemudian dijual lagi. Karena hobi crafting saya nggak bisa ditinggal juga. Bikinlah beberapa project yang tertunda. Bikin busy book (ternyata ini bikin saya busy juga). Coba bikin kerajinan pake teknik decoupage. Terus mau ikut kursus gratis melukis di kain juga (thanks to fitri for giving me information :*). Terus mau ikut kursus bikin tahu pake sari air laut yang katanya zero waste.

Waaaaw. Menyenangkan yaaa. Iya doong. Makanya ikuti terus blog saya. Nanti saya bagi cerita-cerita seru deh!:)

FAITH

Standard

Hello readers, I am a little bit resentful this morning. It is because my older sister already start to grumble in this morning. Hellooo this is a cute morning. Why she ruin this day with his anger. Ishhh, I never like her character when she start to grumble.

Because I think I start to follow it too, little by little. It is hard to reject it, right? When environment surrounding you that bad. I should not to be like that. But how can you reject it when it always can see with your eyes.

But I also have an opinion. If you have a good faith, I think you would not follow that character.